KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat
Alloh SWT, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya makalah ini dapat terselesaikan
dengan baik dan tepatpada waktunya.
Adapun judul yang kami ambil dalam penyusunan
makalah ini adalah “Pengertian dan Unsur-Unsur Pendidikan” yang bertujuan untuk
memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pengantar Pendidikan.
Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini
jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kritik dan saran
dari berbagai pihak sangat kami harapankan, terkhusus dari dosen yang
bersangkutan demi kesempurnaan makalah ini.
Besar harapan kami, semoga makalah ini dapat
bermanfaat khususnya bagi kami selaku penyusun dan bagi pembaca pada umumnya.
Gorontalo, Maret 2012
Penyusun
LATAR BELAKANG
¢ Dalam kehidupan kita sebagai manusia tidak
akan lepas dari yang namanya pendidikan.
¢ Pendidikan merupakan modal dasar dalam mencapai
kehidupan yang makmur dan sejahterah.
¢ Dalam pendidikan, terdapat beberapa aspek yang
dapat mempengaruhi perkembangan periaku dan pribadi suatu individu yang harus
dipahami bersama, diantaranya adalah pendidikan fisik, psikomotorik dll.
TUJUAN PENDIDIKAN
·
Memuat gambaran
tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar , dan indah untuk
kehidupan.
·
Karena itu tujuan
pendidikan memiliki dua fungsi, yaitu memberikan arah kepada segenap
kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan.
PENGERTIAN DAN UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN
DEFINISI PENIDIKAN
A. Definisi Luas
Pendidikan adalah hidup (segala pengalaman
belajar yg berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Segala
situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan individu, suatu proses pertumbuhan
dan perkembangan, sebagai hasil interaksi individu dengan lingkungan sosial dan
lingkungan fisik, berlangsung sepanjang hayat sejak manusia lahir).
B. Definisi Sempit
Pendidikan adalah sekolah (pengajaran yang di selenggarakan disekolah
sebagai lembaga pendidikan formal, segala pengaruh yang di upayakan sekolah
terhadap anak dan remaja yang diserahkan kepadanya agar mempunyai kemampuan
yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubungan-hubungan dan tugas-tugas
sosial mereka).
C. Definisi
alternatif atau luas terbatas
Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat,
dan pemerintahan. Melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan, yang
berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat. Untuk mempersiapkan
peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup.
Secara tepat di masa yang akan datang.
Pendidikan adalah pengalaman-pengalaman belajar terprogram dalam bentuk
pendidikan formal, non formal dan informal di sekolah dan luar sekolah. Yang
berlangsung seumur hidup yang bertujuan optimalisasi perkembangan
kemampuan-kemampuan individu. Agar di kemudian hari dapat memainkan peranan
hidup secara tepat.
Pendidikan adalah usaha sadar yang teratur dan sistematis yang dilakukan
oleh orang tua yang di serahi tanggung jawab untuk mempengaruhi anak agar
mempunyai sifat-sifat dan tabiat sesuai dengan cita-cita pendidikan.
D. Definisi berdasarkan fungsi
Ø 1.Pendidikan sebagai proses transformasi
budaya.
Ø 2.Pendidikan sebagai proses pembentukan
pribadi.
Ø 3.Pendidikan sebagai proses penyiapan warga negara.
Ø 4.Pendidikan
sebagai proses penyiapan tenaga kerja.
E.Definisi
berdasarkan pendekatan ilmiah
·
Pendidikan adalah
sosialisasi; suatu proses membantu generasi muda agar menjadi anggota
masyarakat yang diharapkan ( sosiologi ).
·
Pendidikan adalah enkulturasi atau
pembudayaan; suatu proses dengan jalan mana seseorang menyesuaikan diri kepada
suatu kultur masyarakat dan mengasimilasikan nilai-nilainya ( antropologi ).
·
Pendidikan
sebagai human investment ( ekonomi ).
·
Pendidikan
sebagai proses civilisasi; suatu upaya menyiapkan warga Negara yang sesuai
dengan aspirasi bangsa dan negaranya ( politik ).
·
Pendidikan
berarti proses adaptasi, proses penyesuaian diri yang terbaik dari seseorang
manusia yang sadar terhadap lingkungannya ( biologi ).
·
Pendidikan
identik dengan personalisasi; upaya membantu perubahan tingkah laku individu
untuk mencapai perkembangan optimal menjadi diri sendiri ( psikologi ).
·
Pendidikan ialah
pendewasaan; suatu upaya yang dilakukan secara sengaja oleh orang dewasa untuk
membantu anak atau orang yang belum dewasa agar mencapai kedewasaan ( pedagogik
).
- Menurut Undanag-undang sistem pendidikan No. 20 Tahun 2003
pasal 1 ayat 1
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana
untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik
secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
( UU SPN No. 20 Tahun 2003, pasal 1 Ayat 1 )
PENGERTIAN PENDIDIKAN
1.
Batasan tentang Pendidikan
Batasan
tentang pendidikan yang dibuat oleh para ahli beraneka ragam, dan kandungannya
berbeda yang satu dari yang lain. Perbedaan tersebut mungkin karena
orientasinya, konsep dasar yang digunakan, aspek yang menjadi tekanan, atau
karena falsafah yang melandasinya.
a.
Pendidikan sebagai Proses transformasi Budaya
Sebagai
proses transformasi budaya, pendidikan diartikan sebagai kegiatan pewarisan
budaya dari satu generasi ke generasi yang lain. Nilai-nilai budaya tersebut
mengalami proses transformasi dari generasi tua ke generasi muda. Ada tiga
bentuk transformasi yaitu nilai-nilai yang masih cocok diteruskan misalnya
nilai-nilai kejujuran, rasa tanggung jawab, dan lain-lain.
b.
Pendidikan sebagai Proses Pembentukan Pribadi
Sebagai
proses pembentukan pribadi, pendidikan diartikan sebagi suatu kegiatan yang
sistematis dan sistemik terarah kepada terbentuknya kepribadian peserta didik.
Proses pembentukan pribadi melalui 2 sasaran yaitu pembentukan pribadi bagi
mereka yang belum dewasa oleh mereka yang sudah dewasa dan bagi mereka yang
sudah dewasa atas usaha sendiri.
c.
Pendidikan sebagai Proses Penyiapan Warganegara
Pendidikan
sebagai penyiapan warganegara diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana
untuk membekali peserta didik agar menjadi warga negara yang baik.
d. Pendidikan sebagai Penyiapan Tenaga
Kerja
Pendidikan
sebagai penyimpana tenaga kerja diartikan sebagai kegiatan membimbing peserta
didik sehingga memiliki bekal dasar utuk bekerja. Pembekalan dasar berupa
pembentukan sikap, pengetahuan, dan keterampilan kerja pada calon luaran. Ini
menjadi misi penting dari pendidikan karena bekerja menjadi kebutuhan pokok
dalam kehidupan manusia.
e.
Definisi Pendidikan Menurut GBHN
GBHN 1988(BP
7 pusat, 1990: 105) memberikan batasan tentang pendidikan nasional sebagai
berikut: pendidikan nasiaonal yang berakar pada kebudayaan bangsa indonesia dan
berdasarkan pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945 diarahkan untuk
memingkatkan kecerdasan serta dapat memenuhi kebutuhan pembangunan nasional dan
bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.
2. Tujuan dan proses Pendidikan
a. Tujuan pendidikan
Tujuan
pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar,
dan indah untuk kehidupan. Pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah
kepada segenap kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatu yang ingin dicapai
oleh segenap kegiatan pendidikan.
b. Proses pendidikan
Proses
pendidikan merupakan kegiatan mobilitas segenap komponen pendidikan oleh
pendidik terarah kepada pencapaian tujuan pendidikan, Kualitas proses
pendidikan menggejala pada dua segi, yaitu kualitas komponen dan kualitas
pengelolaannya , pengelolaan proses pendidikan meliputi ruang lingkup makro,
meso, mikro. Adapun tujuan utama pemgelolaan proses pendidikan yaitu terjadinya
proses belajar dan pengalaman belajar yang optimal.
3. Konsep Pendidikan Sepanjang Hayat (PSH)
PSH bertumpu pada keyakinan bahwa
pendidikan itu tidak identik dengan persekolahan, PSH merupakan sesuatu proses
berkesinambungan yang berlangsung sepanjang hidup. Ide tentang PSH yang hampir
tenggelam, yang dicetuskan 14 abad yang lalu, kemudian dibangkitkan kembali
oleh comenius 3 abad yang lalu (di abad 16). Selanjutnya PSH didefenisikan
sebagai tujuan
atau ide formal untuk pengorganisasian dan penstrukturan pengalaman pendidikan.
Pengorganisasian dan penstrukturan ini diperluas mengikuti seluruh rentangan
usia, dari usia yang paling muda sampai paling tua.(Cropley:67).
Berikut ini merupakan
alasan-alasan mengapa PSH diperlukan:
a.
Rasional.
b.
Alasan keadilan.
c. Alasan
ekonomi.
d. Alasan
faktor sosial yang berhubungan dengan perubahan peranan keluarga, remaja, dan
emansipasi wanita dalam kaitannya dengan perkembangan iptek.
e. Alasan
perkembangan iptek.
f. Alasan
sifat pekerjaan.
4. Kemandirian dalam belajar
a. Arti
dan perinsip yang melandasi
Kemandirian
dalam belajar diartikan sebagai aktivitas belajar yang berlangsungnya lebih
didorong oleh kamauan sendiri, pilihan sendiri, dan tanggung jawab sendiri dari
pembelajaran. Konsep kemandirian dalam belajar bertumpu pada perinsip bahwa
individu yang belajar akan sampai kepada perolehan hasil belajar.
b. Alasan
yang menopang
Conny
Semiawan, dan kawan-kawan (Conny S. 1988; 14-16) mengemukakan alasan sebagai
berikut:
Perkembangan
iptek berlangsung semakin pesat sehingga
tidak mungkin lagi para pendidik(khususnya guru) mengajarkan semua
konsep dan fakta kepada peserta didik.
Penemuan
iptek tidak mutlak benar 100%, sifatnya relatif.
Para
ahli psikologi umumnya sependapat, bahwa peserta didik mudah memahami
konsep-konsep yang rumit dan abstrak jika disertai dengan contoh-contoh konkret
dan wajar sesuai dengan situasi dan kondidi yang dihadapi dengan mengalami atau
mempraktekannya sendiri.
Dalam
proses pendidikan dan pembelajaran pengembangan konsep seyangnya tidak
dilepaskan dari pengembangan sikap dan penanaman nilai-nilai ke dalam diri
peserta didik.
UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN
Proses
pendidikan melibatkan banyak hal yaitu:
1.
Subjek yang dibimbing (peserta didik).
2.
Orang yang membimbing (pendidik).
3.
Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif).
4.
Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan).
5.
Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan (materi pendidikan).
6.
Cara yang digunakan dalam bimbingan (alat dan metode).
7.
Tempat dimana peristiwa bimbingan berlangsung (lingkungan pendidikan).
Penjelasan:
1. Peserta Didik
Peserta didik
berstatus sebagai subjek didik. Pandangan modern cenderung menyebutkan demikian
oleh karena peserta didik adalah subjek atau pribadi yang otonom, yang ingin
diakui keberadaannya.
Ciri
khas peserta didik yang perlu dipahami oleh pendidik ialah:
a. Individu yang memiliki potensi fisik dan
psikis yang khas, sehingga merupakan
insan yang unik.
b.
Individu yang sedang berkembang.
c. Individu yang membutuhkan bimbingan individual
dan perlakuan manusiawi.
d.
Individu yang memiliki kemampuan untuk mandiri.
2. Orang yang membimbing (pendidik)
Yang dimaksud
pendidik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan
dengan sasaran peserta didik. Peserta didik mengalami pendidikannya dalam tiga
lingkunga yaitu lingkungankeluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan
masayarakat. Sebab itu yang bertanggung jawab terhadap pendidikan ialah orang
tua, guru, pemimpin program pembelajaran, latihan, dan masyarakat.
3. Interaksi antara peserta didik dengan
pendidik (interaksi edukatif)
Interaksi
edukatif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antara peserta didik
dengan pendidik yang terarah kepada tujuan pendidikan. Pencapaian tujuan
pendidikan secara optimal ditempuh melalui proses berkomunikasi intensif dengan
manipulasi isi, metode, serta alat-alat pendidikan.
4. Ke arah mana bimbingan ditujukan
(tujuan pendidikan)
a.
Alat dan Metode
Alat
dan metode diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan
dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan. Secara khusus alat melihat
jenisnya sedangkan metode melihat efisiensi dan efektifitasnya. Alat pendidikan
dibedakan atas alat yang preventif dan yang kuratif.
b.
Tempat Peristiwa Bimbingan Berlangsung (lingkungan pendidikan)
Lingkungan
pendidikan biasanya disebut tri pusat pendidikan yaitu keluarga, sekolah dan
masyarakat.
Saran
·
Agar bisa lebih memahami apa yang
dimaksud dengan pengertian dan unsur-unsur pendidikan?
·
Agar bisa mendefinisikan bagaimana
cara mengajar dan mendidik yang baik.
Kesimpulan
¢ Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa; batasan tentang
pendidikan yang dibuat oleh para ahli beraneka ragam, dan kandungannya berbeda
yang satu dari yang lain. Perbedaan tersebut mungkin karena orientasinya,
konsep dasar yang digunakan, aspek yang menjadi tekanan, atau karena falsafah
yang melandasinya, dan unsur-unsurnya adalah:
¢ 1. Subjek yang dibimbing (peserta didik).
¢ 2. Orang yang membimbing (pendidik).
¢ 3. Interaksi antara peserta didik dengan
pendidik (interaksi edukatif).
¢ 4. Ke arah mana bimbingan ditujukan
(tujuan pendidikan).
¢ 5. Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan
(materi pendidikan).
¢ 6. Cara yang digunakan dalam bimbingan
(alat dan metode).
¢ 7. Tempat dimana peristiwa bimbingan
berlangsung (lingkungan pendidikan).
Daftar pustaka
Sumber Bacaan: Tirtarahardja, Umar dan S.L. La Sulo. 2005.
Pengantar
Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar